Jika kita mengkaji
lebih dalam, sebenarnya banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari
tumbuhan. Beberapa diantaranya menjadi sangat bermanfaat setelah melalui proses
lebih lanjut melalui perantara hewan, seperti madu yang diperoleh dari
aktivitas lebah madu. Tak asing bagi kita, manfaat madu sudah sangat familiar
di telinga kita, bahkan madu sering disebut “obat segala penyakit”. Madu adalah
bahan alami yang sangat baik sebagai suplemen. Unsur-unsur yang dikandungnya
berkhasiyat menyehatkan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Madu murni adalah
material yang sehat, mudah dicerna, dan penuh energy. Ia mengandung
karbohidrat, protein, lemak, enzim, dan beberapa vitamin. Satu sendok madu
mengandung 60 kalori, 11 gram karbohidrat, 1
miligram kalsium; 0,2 miligram besi; 0,1 miligram vitamin B, dan 1 miligram
vitamin C.
Beberapa
tahun terakhir, banyak penelitian membuktikan kebenaran keterangan Al-Qur’an
yang berkaitan lebah madu. Kegunaan madu diantaranya;
·
Mengandung nati jamur dan
antibakteri. Madu yang tidak diencerkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri
pathogen, seperti Staphylococcus Aureas,
dan jamur, seperti Candida Albicans,
yang hidup di usus. Pada keenceran 30-50%, madu diketahui lebih manjur daripada
antibiotic konvesional dalam menyembuhkan infeksi saluran kencing. Memang belum
diketahui dengan jelas bagaimana kinerja madu sebagai antibekteri. Agaknya efek
madu yang lebih bersifat asam menghalangi proses osmosis dari bakteri.
·
Madu sebagai antidiare. Pada
konsentrasi 40%, madu mempunya efek mematikan bagi banyak bakteri penyebab
diare dan desentri, seperti, Salmonella,
Shigella, E.Coli, dan Vibrio Cholera. Madu juga meningkatkan daya tahan
tubuh secara cepat, juga mempercepat penyembuhan pada anak kecil dan bayi yang
menderita diare.
·
Madu sebagai obat luka dan
luka bakar. Madu mempunyai kemampuan untuk menyerap air dari daerah sekitar
luka bakar, dan mempercepat kesembuhan. Madu juga digunakan menghilangkan bau
tidak sedap dari luka yang terbentuk akibat lepra.
·
Madu sebagai obat batuk.
Madu berfungsi sebagai pengencer dahak di tenggorokan dan meningkatkan fungsi
dinding saluran pernapasan.
Seperti madu, material
sampingannya juga mempunyai kandungan nutrisi dan vitamin yang tidak kalah
tinggi, diantaranya;
Bee Pollen
Bee
Pollen adalah material serupa bedak yang terdiri dari
kumpulan benang sari yang dikumpulkan dari bunga. Pada mulanya, sebagian
peneliti memperkirakan benda ini secara tidak sengaja tersangkut di bulu kaki
lebah madu dan terbawa kesarangnya ketika proses pengumpulan nectar terjadi,
suatu asumsi yang tidak seluruhnya benar. Penelitian lebih lanjut menunjukkan
bahwa lebah tampaknya sengaja memilih benangsari tertentu, yaitu yang baik dan
sehat, dan menempelkannya di bulu-bulu halus di sekujur tubuhnya. Dengan
demikian, benangsari unggul saja yang nantinya akan membuahi putik. Artinya,
buah dan biji yang dihasilkan tumbuhan, yang pada waktunya nanti akan menjadi
tumbuhan baru, akan memiliki kualitas tinggi. Benangsari berkualitas tinggi ini
pulalah yang dibawa puang oelh lebah untuk mereka konsumsi. Manfaat Bee Pollen bagi manusia diantaranya;
·
Bee
Pollen adalah bahan makanan yang mudah dicerna. Ia
mengandung 14 mineral, 13 vitamin, trace mineral, protein, 15 asam amino, enzim, sekitar 5.000 jenis
coenzim, dan hormon. Bee Pollen juga merupakan
sumber protein yang dapat meningkatkan akndungan gamma glubolin, suatu bahan yang meningkatkan daya tahan tubuh.
·
Bee Pollen dapat membantu mengatasi
kelelahan fisik maupun psikologis, mengatasi penurunan imunitas, menambah
darah, mengatasi insomnia, menyeimbangkan glukosa dalam darah, menurunkan kadar
kolesterol, serta menyembuhkan diare dan rematik. Konsumsi Bee Pollen
sebelum makan juga baik untuk membantu mengatasi obesitas. Sebaliknya,
mereka yang ingin gemuk dianjurkan mengonsumsi Bee Pollen sesudah makan.
·
Pada banyak kasus stress, bee pollen direspon positif oleh
syaraf yang sebelumnya tidak berfungsi maksimal. Tubuh yang stress umumnya
memerlukan vitamin, utamanya A dan B, dalam jumlah banyak. Kekurangan dua
vitamin ini membuat system kelenjar di dalam jaringan tubuh terganggu. Gangguan
ini bisa segera hilang dengan mengkonsumsi bee
pollen.
·
Sebuah klinik di Austria
yang khusus menangani penyakit wanita menemukan bahwa bee pollen dapat menjadi suplemen yang sangat baik bagi penderita
kanker. Bee pollen juga efektif untuk
mengurangi pembengkakkan prostat pada pasien laki-laki.
Propolis
Material sampingan yang satu ini samasekali tidak asing bagi
kita. Dewasa ini obat propolis dalam kemasan banyak dipromosikan. Lebah membuat
propolis dari getah tumbuhan yang dibawanya ke sarang untuk mencegah masuknya
virus dan bakteri ke dalam sarang. Bagi manusia, propolis adalah antibiotic
yang sangat baik, terutama dalam menetralkan racun dan bahan pencemar di dalam
tubuh. Propolis juga berfungsi meningkatkan kesehatan dan membantu mengatasi
ketergantungan terhadap obat. Penelitian menunjukkan bahwa caffeic acid yang ada dalam propilis sangat ampuh mencegah kanker
usus. Propolis juga mampu mencegah pertumbuhan beberapa jenis bakteri, terutama
bakteri penyebab pnomia-penyakit salluran pernapasan, juga mencegah infeksi
pada luka pascaoprasi. Antioksidan yang terkandung dalam propolis dapat juga
berperan seperti vitamin E yang baik untuk pengobatan penyakit kulit dan
penyakit semisal kanker, diabetes, dan serangan jantung.
Royal Jelly
Royal Jelly adalah
cairan kental berwarna putih yang diproduksi oleh kelenjar ludah lebah pekerja.
Royal Jelly yang disintesis saat pengolahan bee pollen dalam perut lebah
pekerja adalah campuran dari berbagai protein dan air. Royal Jelly mengandung
vitamin B, terutama B5, yang dapat mengendurkan syaraf yang tegang dan mencegah
pertumbuhan tumor. Royal Jelly juga mengandung antibanteri dalam konsentrasi
tinggi, menyebabkannya mampu mencegah aktivitas bakteri merugikan. Bahkan
banyak orang meyakininya sebagai obat
awet muda.
Madu dan produk
sampingannya selain berfungsi sebagai suplemen juga menempati posisi sentral
dalam pengobatantradisional di hamper semua tempat di seluruh dunia. Masyarakat
kuno di Mesir, Asyria, Cina, Yunani, dan Roma menggunakan madu untuk mengobati
luka dan nyeri lambung. Ketika bani Israel mengungsi di Mesir melalui padang
pasir di bawah komando Nabi Musa, janji yang memperkuat tekad mereka adalah
bahwa mereka akan tiba dikawasan yang dialiri susu dan madu. Bahkan, Rosulullah
bersabda;
“Berobatlah
dengan dua hal; Madu dan Al-Qur’an”.
Madu dan produk lebah
lainnya sampai saat ini lebih dikenal sebagi suplemen saja ketimbang sebagai
sumber vitamin dan obat. Agaknya sudah saatnya kita memperlakukannya sebagai
sumber vitamin yang dikonsumsi setiap hari sebagai makanan dan sekaligus
sebagai obat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar