Rabu, 07 Mei 2014

Manfaat Madu



Jika kita mengkaji lebih dalam, sebenarnya banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari tumbuhan. Beberapa diantaranya menjadi sangat bermanfaat setelah melalui proses lebih lanjut melalui perantara hewan, seperti madu yang diperoleh dari aktivitas lebah madu. Tak asing bagi kita, manfaat madu sudah sangat familiar di telinga kita, bahkan madu sering disebut “obat segala penyakit”. Madu adalah bahan alami yang sangat baik sebagai suplemen. Unsur-unsur yang dikandungnya berkhasiyat menyehatkan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Madu murni adalah material yang sehat, mudah dicerna, dan penuh energy. Ia mengandung karbohidrat, protein, lemak, enzim, dan beberapa vitamin. Satu sendok madu mengandung 60 kalori, 11 gram karbohidrat, 1 miligram kalsium; 0,2 miligram besi; 0,1 miligram vitamin B, dan 1 miligram vitamin C.
Beberapa tahun terakhir, banyak penelitian membuktikan kebenaran keterangan Al-Qur’an yang berkaitan lebah madu. Kegunaan madu diantaranya;
·         Mengandung nati jamur dan antibakteri. Madu yang tidak diencerkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri pathogen, seperti Staphylococcus Aureas, dan jamur, seperti Candida Albicans, yang hidup di usus. Pada keenceran 30-50%, madu diketahui lebih manjur daripada antibiotic konvesional dalam menyembuhkan infeksi saluran kencing. Memang belum diketahui dengan jelas bagaimana kinerja madu sebagai antibekteri. Agaknya efek madu yang lebih bersifat asam menghalangi proses osmosis dari bakteri.
·         Madu sebagai antidiare. Pada konsentrasi 40%, madu mempunya efek mematikan bagi banyak bakteri penyebab diare dan desentri, seperti, Salmonella, Shigella, E.Coli, dan Vibrio Cholera. Madu juga meningkatkan daya tahan tubuh secara cepat, juga mempercepat penyembuhan pada anak kecil dan bayi yang menderita diare.
·         Madu sebagai obat luka dan luka bakar. Madu mempunyai kemampuan untuk menyerap air dari daerah sekitar luka bakar, dan mempercepat kesembuhan. Madu juga digunakan menghilangkan bau tidak sedap dari luka yang terbentuk akibat lepra.
·         Madu sebagai obat batuk. Madu berfungsi sebagai pengencer dahak di tenggorokan dan meningkatkan fungsi dinding saluran pernapasan.
Seperti madu, material sampingannya juga mempunyai kandungan nutrisi dan vitamin yang tidak kalah tinggi, diantaranya;

Bee Pollen
Bee Pollen adalah material serupa bedak yang terdiri dari kumpulan benang sari yang dikumpulkan dari bunga. Pada mulanya, sebagian peneliti memperkirakan benda ini secara tidak sengaja tersangkut di bulu kaki lebah madu dan terbawa kesarangnya ketika proses pengumpulan nectar terjadi, suatu asumsi yang tidak seluruhnya benar. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa lebah tampaknya sengaja memilih benangsari tertentu, yaitu yang baik dan sehat, dan menempelkannya di bulu-bulu halus di sekujur tubuhnya. Dengan demikian, benangsari unggul saja yang nantinya akan membuahi putik. Artinya, buah dan biji yang dihasilkan tumbuhan, yang pada waktunya nanti akan menjadi tumbuhan baru, akan memiliki kualitas tinggi. Benangsari berkualitas tinggi ini pulalah yang dibawa puang oelh lebah untuk mereka konsumsi. Manfaat Bee Pollen bagi manusia diantaranya;
·         Bee Pollen adalah bahan makanan yang mudah dicerna. Ia mengandung 14 mineral, 13 vitamin, trace mineral, protein, 15 asam amino, enzim, sekitar 5.000 jenis coenzim, dan hormon. Bee Pollen juga merupakan sumber protein yang dapat meningkatkan akndungan gamma glubolin, suatu bahan yang meningkatkan daya tahan tubuh.
·         Bee Pollen dapat membantu mengatasi kelelahan fisik maupun psikologis, mengatasi penurunan imunitas, menambah darah, mengatasi insomnia, menyeimbangkan glukosa dalam darah, menurunkan kadar kolesterol, serta menyembuhkan diare dan rematik. Konsumsi Bee Pollen sebelum makan juga baik untuk membantu mengatasi obesitas. Sebaliknya, mereka yang ingin gemuk dianjurkan mengonsumsi Bee Pollen sesudah makan.
·         Pada banyak kasus stress, bee pollen direspon positif oleh syaraf yang sebelumnya tidak berfungsi maksimal. Tubuh yang stress umumnya memerlukan vitamin, utamanya A dan B, dalam jumlah banyak. Kekurangan dua vitamin ini membuat system kelenjar di dalam jaringan tubuh terganggu. Gangguan ini bisa segera hilang dengan mengkonsumsi bee pollen.
·         Sebuah klinik di Austria yang khusus menangani penyakit wanita menemukan bahwa bee pollen dapat menjadi suplemen yang sangat baik bagi penderita kanker. Bee pollen juga efektif untuk mengurangi pembengkakkan prostat pada pasien laki-laki.


Propolis
Material sampingan  yang satu ini samasekali tidak asing bagi kita. Dewasa ini obat propolis dalam kemasan banyak dipromosikan. Lebah membuat propolis dari getah tumbuhan yang dibawanya ke sarang untuk mencegah masuknya virus dan bakteri ke dalam sarang. Bagi manusia, propolis adalah antibiotic yang sangat baik, terutama dalam menetralkan racun dan bahan pencemar di dalam tubuh. Propolis juga berfungsi meningkatkan kesehatan dan membantu mengatasi ketergantungan terhadap obat. Penelitian menunjukkan bahwa caffeic acid yang ada dalam propilis sangat ampuh mencegah kanker usus. Propolis juga mampu mencegah pertumbuhan beberapa jenis bakteri, terutama bakteri penyebab pnomia-penyakit salluran pernapasan, juga mencegah infeksi pada luka pascaoprasi. Antioksidan yang terkandung dalam propolis dapat juga berperan seperti vitamin E yang baik untuk pengobatan penyakit kulit dan penyakit semisal kanker, diabetes, dan serangan jantung.

Royal Jelly
Royal Jelly adalah cairan kental berwarna putih yang diproduksi oleh kelenjar ludah lebah pekerja. Royal Jelly yang disintesis saat pengolahan bee pollen dalam perut lebah pekerja adalah campuran dari berbagai protein dan air. Royal Jelly mengandung vitamin B, terutama B5, yang dapat mengendurkan syaraf yang tegang dan mencegah pertumbuhan tumor. Royal Jelly juga mengandung antibanteri dalam konsentrasi tinggi, menyebabkannya mampu mencegah aktivitas bakteri merugikan. Bahkan banyak orang meyakininya sebagai obat awet muda.
Madu dan produk sampingannya selain berfungsi sebagai suplemen juga menempati posisi sentral dalam pengobatantradisional di hamper semua tempat di seluruh dunia. Masyarakat kuno di Mesir, Asyria, Cina, Yunani, dan Roma menggunakan madu untuk mengobati luka dan nyeri lambung. Ketika bani Israel mengungsi di Mesir melalui padang pasir di bawah komando Nabi Musa, janji yang memperkuat tekad mereka adalah bahwa mereka akan tiba dikawasan yang dialiri susu dan madu. Bahkan, Rosulullah bersabda;
“Berobatlah dengan dua hal; Madu dan Al-Qur’an”.
Madu dan produk lebah lainnya sampai saat ini lebih dikenal sebagi suplemen saja ketimbang sebagai sumber vitamin dan obat. Agaknya sudah saatnya kita memperlakukannya sebagai sumber vitamin yang dikonsumsi setiap hari sebagai makanan dan sekaligus sebagai obat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar