Kamis, 08 Mei 2014

ALAM SEMESTA

ALAM SEMESTA-LANGIT MALAM




LANGIT MALAM
Ketika kita berbicara mengenai langit, pastilah yang tergambar seputar hamparan luas yang menjadi batas pandang kita. Layaknya kanvas, tercoret warna biru dan putih yang diteringa cahaya Matahari di siang hari. Layanya lukisan pada gelaran kanvas lebar, tergambarkan titik-titik bercahaya pada kanvas hitam yang bergemerlapan akan rona cahaya bintang dan rembulan. Pada tatanan bintang yang terhambur seakan acak tak beraturan, seperti tanpa makna, bagai sekedar manic-manik langit dimalam gelap. Padahal, jika kita amati bintang-bintang yang tercecer tak rapi itu kemudian kita tarik garis penghubung untuk menghubungkan antara yang satu pada yang lain, bintang-bintang itu bisa membentuk gambar atau sering kita sebut dengan Rasi Bintang. Iya, Rasi Bintang, nama yang kita berikan pada pola yang dibentuk oleh cahaya bintang terang, yang dapat membantu kita menemukan arah di langit malam. Rasi bintang ini terlihat tidak pernah berubah sejak para astronom pertama kali mulai serius mempelajari angkasa sekitar 5.000 tahun yang lalu. Juga sepertinya tidak akan berubah selama beberapa millennia ke depan.

RASI BINTANG
Langit malam dipenuhi bintang-bintang yang dapat membingungkan ketika dilihat pertama kali. Tetapi jika mata kita mulai terbiasa dengan suasana gelap, maka dapat kita perhatikan bahwa terdapat beberapa bintang yang lebih terang dari bintang yang lainnya. Didalam pikiran anda, anda dapat membayangkan garis yang menghubungkan bintang-bintang terang tersebut sehingga membentuk pola-pola yang dapat dikenali dikemudian hari. Pola yang dibentuk oleh bintang terang inilah yang disebut RASI BINTANG. Pola-pola itu dapat memudahkan penyelidikkan tentang langit malam.
Para astronom zaman sekarang mengenali adanya 88 rasi bintang yang berbeda (lebih banyak dari yang dikenal pada zaman dahulu). Setiap rasi bintang mengacu tidak hanya pada bintang-bintang terang yang membentuk rasi bintang, tetapi juga pada daerah tertentu di langit dan semua bintang yang termasukdi dalamnya. Diantara satu rasi bintang disekitarnya terdapat perbatasan yang sangat jelas.
Karena rasi bintang tidak berubah seiring waktu, kita menganggap tempat mereka tetap sama di langit (seperti halnya anggapan nenek moyang kita), atau setidaknya bergerak bersamaan di ruang angkasa dalam satu kelompok. Tidak satu pun yang benar dari dua anggapan ini. Dengan beberapa pengecualian, bintang-bintang pada pola rasi bintang tidak saling berhubungan dan sebenarnya berada jauh sekali antara yang satu dengan yang lainnya. Alasan mengapa kita dapat melihatnya bersama-sama dalam satu rasi bintang hanyalah karena mereka kebetulan berada dalam arah yang sama di ruang angkasa.[1]




[1] Rpbbin Kerrod, Astronomi, hal 46-47, Jakarta, Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar