LANGIT MALAM
Ketika kita berbicara
mengenai langit, pastilah yang tergambar seputar hamparan luas yang menjadi
batas pandang kita. Layaknya kanvas, tercoret warna biru dan putih yang
diteringa cahaya Matahari di siang hari. Layanya lukisan pada gelaran kanvas
lebar, tergambarkan titik-titik bercahaya pada kanvas hitam yang bergemerlapan
akan rona cahaya bintang dan rembulan. Pada tatanan bintang yang terhambur
seakan acak tak beraturan, seperti tanpa makna, bagai sekedar manic-manik
langit dimalam gelap. Padahal, jika kita amati bintang-bintang yang tercecer
tak rapi itu kemudian kita tarik garis penghubung untuk menghubungkan antara
yang satu pada yang lain, bintang-bintang itu bisa membentuk gambar atau sering
kita sebut dengan Rasi Bintang. Iya, Rasi Bintang, nama yang kita berikan
pada pola yang dibentuk oleh cahaya bintang terang, yang dapat membantu kita
menemukan arah di langit malam. Rasi bintang ini terlihat tidak pernah berubah
sejak para astronom pertama kali mulai serius mempelajari angkasa sekitar 5.000
tahun yang lalu. Juga sepertinya tidak akan berubah selama beberapa millennia ke
depan.
RASI BINTANG
Langit malam dipenuhi
bintang-bintang yang dapat membingungkan ketika dilihat pertama kali. Tetapi
jika mata kita mulai terbiasa dengan suasana gelap, maka dapat kita perhatikan
bahwa terdapat beberapa bintang yang lebih terang dari bintang yang lainnya. Didalam
pikiran anda, anda dapat membayangkan garis yang menghubungkan bintang-bintang
terang tersebut sehingga membentuk pola-pola yang dapat dikenali dikemudian
hari. Pola yang dibentuk oleh bintang terang inilah yang disebut RASI BINTANG. Pola-pola itu
dapat memudahkan penyelidikkan tentang langit malam.
Para astronom zaman
sekarang mengenali adanya 88 rasi bintang yang berbeda (lebih banyak dari yang
dikenal pada zaman dahulu). Setiap rasi bintang mengacu tidak hanya pada
bintang-bintang terang yang membentuk rasi bintang, tetapi juga pada daerah
tertentu di langit dan semua bintang yang termasukdi dalamnya. Diantara
satu rasi bintang disekitarnya terdapat perbatasan yang sangat jelas.
Karena rasi bintang
tidak berubah seiring waktu, kita menganggap tempat mereka tetap sama di langit
(seperti halnya anggapan nenek moyang kita), atau setidaknya bergerak bersamaan
di ruang angkasa dalam satu kelompok. Tidak satu pun yang benar dari dua
anggapan ini. Dengan beberapa pengecualian, bintang-bintang pada pola rasi bintang
tidak saling berhubungan dan sebenarnya berada jauh sekali antara yang satu
dengan yang lainnya. Alasan mengapa kita dapat melihatnya bersama-sama dalam
satu rasi bintang hanyalah karena mereka kebetulan berada dalam arah yang sama
di ruang angkasa.[1]



Tidak ada komentar:
Posting Komentar