Kamis, 08 Mei 2014

PUISI

PUISI



KETIKA ITU
Saat kau ada, adalah jauh dari hari ini
Saat kau bahagia, adalah jauh dari kepedihan ini
Saat kau tertawa, adalah jauh dari tangis ini
Saat kau berlari, adalah jauh dari kelumpuhan ini
Saat kau bercerita, adalah jauh dari kebisuan ini
Saat kau ada, adalah saat kita berdua
Menumpas duka, menarik bahagia
Menutup asa, meraih cita
Menyapu lara, menyambut suka
Saat kita bahagia, adalah saat kau ada
Saat kita bersama…
Ketika itu…
Sebelum jauh kau menginap dalam surga…


Bahira Zahra
18;33 (25-09-2011)


Sesekedar-Ku
Aku ingin, di bawah alam dalam malam ini,
aku adupadukan segala rasa
Yang bermuara dari dalam dada
Di relung palung terdalam sukmaku.
Yang dalam cerita,
Kita ada dalam selubung asmara…
Malam menyambut, mempersilahkan.
Ia berikan cahaya anggun sang bintang,
Wakilkan pilau lilin
Kemudian, disempurnakannya dengan rembulan…
Nampaklah begitu roman.
Oh, aku masih dipersimpangan.
Kerinduan ini seakan tak bertuan.
Bertahta tak kunjung punah.
Jarum jam memanahku.
Membunuhku…
Beri pertanda bahwa harus segera aku buang harapan.
Harapan untuk bisa temukan sempat bertatapan.
Argh… Aku tak mau kalah.
Jika sudah begini…
Kulayarkan gejolakku ketepian dermaga hayal
Namun…
Harapanku tak kunjung hilang
Diterjang jahatnya ombak kehidupan
Tiga panah dalam kantung bulat itu
Terus berlari, menacap pada angka-angka
yang selalu berbaris rapi
Kadang aku tersungging
Panah itu berputar,
mampir pada halaman angka-angaka
Sampai panah yang lain bertamu
Kemudian panah yang lainnya berlalu
Berpindah kelain tuan angka
Aku ingin mendekat,
Tanpa panah yang mengejarku berlari
Sayang, aku selalu terhentikan.
Perjalananku
Menjadikanku lumpuh dan bisu…
Diamku bukan berarti tak berkata
Sukmaku berteriak memanggilmu
Ku kabarkan padamu,
Dalam palung hati ini ada rindu
Percayalah,
Hanya untukmu ku persembahkan…
Sebilah rindu yang luka
Berdarah-darah tersayat panah kehidupan
Bila rindu ini tak sesempurna dulu
Saat baru saja ia datang
Biarkan dia beristirahat di istana hatimu,
Sampai ia sembuh…
Beserta itu, kasih dan sayang
Biarkan berlabuh…
Kupersembahkan gelap selepas senja pulang…

Bahira Zahra
18;59 (13-09-2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar